Dinas Pengendalian Penduduk & KB Kota Makassar 2019

Lorong KB
Mobil Unit Pelayanan KB

cari

10 Langkah Kerja PLKB

 

 

Sepuluh Langkah Kerja PLKB/PKB sebagai Champion Program KB Indonesia

Oleh : H. Nofrijal, MA*)Global Features,   Juli 2013    

Nomor-nomor hand (mobile) phone yang terakses dengan layanan BKKBN SMS Bersama, pada pukul 16.01 hari Jumat tanggal 19 Juli 2013 mendapat pesan khusus Kepala BKKBN dengan bunyi “Saya Fasli Jalal, Kepala BKKBN, mengingatkan pentingnya melaksanakan 10 langkah kerja bagi PLKB/PKB dalam rangka mensukseskan program KKB di tingkat lini lapangan”. Pesan tersebut dapat bermakna bahwa menghadapi tantangan program kependudukan dan keluarga berencana saat ini yang tidak mudah dan dengan lingkungan strategis yang terus berubah, BKKBN tetap harus dapat mempergunakan senjata ampuhnya mengembalikan kejayaan dan “champion” nya di tingkat nasional maupun internasional.

Sekitar 2-3 jam sebelum SMS tersebut diterima, penulis berkesempatan mendampingi Kepala BKKBN menerima tamu internasional Director Executive International Council of Management Population (ICOMP) dr. Wazim Zaman, Ph.D dan Perwakilan UNFPA Indonesia Mr. Jose Ferarri, terungkap bahwa badan-badan dunia merindukan dan berharap serius agar Indonesia kembali menjadi “guru” internasional dalam program kependudukan dan keluarga berencana dengan menjual “best practice” nya ke negara-negara berkembang lainnya melalui kerjasama selatan-selatan. Salah satu “selling point” yang pernah menjadi “champion” adalah 10 langkah kerja PLKB/PKB.            Bagi generasi BKKBN yang kemunculannya setelah tahun 2000 an, 10 langkah kerja PLKB/PKB bisa saja dipahami sebagai hal yang masih samar-samar kalaupun tidak akan dikatakan belum mengenal sama sekali. Tata cara kerja PLKB yang muatan utamanya adalah 10 langkah kerja PLKB lahir di pertengahan tahun 1980-an yang merupakan alat manajemen (proses) lini lapangan yang ampuh untuk menggerakan segenap potensi masyarakat untuk memberikan dukungan partisipasi kepada program keluarga berencana. PLKB/PKB berhasil mengambil hati para tokoh masyarakat dan keluarga Indonesia untuk menjadikan program keluarga berencana menjadi gerakan massive bersama masyarakat, hasil kerja gerakan ini pula yang mengantarkan Indonesia memperoleh penghargaan dunia “Population Award” dipenghujung tahun 1980-an.Kesepuluh langkah yang sangat terkenal tersebut adalah; Langkah 1 : Pendekatan Tokoh Formal, Langkah 2: Pendataan dan Pemetaan Sasaran, Langkah 3: Pendekatan Tokoh Informal, Langkah 4: Pembentukan Kesepakatan melalui Rapat Koordinasi atau Musyawarah Masyarakat, Langkah 5; Penguatan hasil kesepakatan; Langkah 6 : KIE bersama, Langkah 7 : Pembentukan kelompok pelopor dan penteladanan, Langkah 8 : Pemberian pelayanan teknis, Langkah 9 : Pencatatan dan pelaporan, Langkah 10: Pembinaan dan Evaluasi.            Apa maknanya bagi pegawai dan jajaran BKKBN? Dalam pandangan ilmu management klasik 10 langkah PLKB merupakan pengejawantahan dari perinsip-prinsip manajemen yang mengandung unsur planning; organizing; actuating; dan controling. Langkah pertama sampai dengan langkah keempat atau kelima adalah implementasi dari prinsip planning yang utuh dan komprehensif, langkah ke 6 , 7 dan 8 merupakan bagian dari perinsip-perinsip pengorganisasian dan pelaksanaan kegiatan, sementara langkah 9 dan 10 bercirikan prinsip pengendalian dan pengawasan program yang kuat.            Pendekatan manajemen dan pembangunan modren sekalipun idea dan konsep dasar 10 langkah kerja PLKB/PKB dapat memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan seperti kebutuhan akan tersedianya “evident based” yang dinamis, kebutuhan akan “partnership” yang kuat, kebutuhan akan adanya “supply chain” yang lancar, kebutuhan akan “reward system” yang konsisten, kebutuhan akan “performance based management” serta kebutuhan akan “ sustainable development” yang terjaga. Dengan demikian 10 langkah kerja adalah konsep manajemen lini lapangan “visioner” yang dapat menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan kesejahteraan suatu bangsa.            Langkah-langkah kerja adalah suatu rangkaian proses manajemen lini lapangan, sementara muatan (core) nya dapat mengikuti kebutuhan dan perkembangan. Program Kependudukan dan Keluarga Berencana memiliki muatan-muatan pokok yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 sebagai amandemen dari UU nomor 10 tahun 1992. Muatan-muatan program kependudukan dan keluarga berencana antara lain adalah program pendewasaan usia kawin dan kesehatan reproduksi remaja, program pengendalian kelahiran melalui penggunaan kontrasepsi dan program-program pembinaan ketahanan dan pemberdayaan keluarga yang dikenal dengan program “beyond family planning”. Ibarat kendaraan berpenumpang, 10 langkah kerja PLKB adalah kendaraan yang laik jalan dan lincah untuk membawa muatan penumpang yang beraneka ragam.            Sambil tetap mempertahankan muatan kerja keluarga berencana dan keluarga sejahtera, selama 12 tahun terakhir muatan kerja PLKB/PKB telah ditambah sasaran MDGs, kendatipun tidak secara inklusif dinyatakan. Bagi PLKB/PKB yang tetap menjaga aktifitasnya melakukan revitalisasi Posyandu dan melakukan intensifikasi/ekstensifikasi post-post pemberdayaan keluarga (POSDAYA), maka peran dan tugas PLKB/PKB sebagai agen MDGs telah diwujudkan secara nyata.            Menghadapi agenda pembangunan pasca MDGs 2015 yang emberionya disebut dengan 12 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs), maka eksistensi 10 langkah kerja PLKB/PKB akan semakin dibutuhkan. Indonesia kembali akan menjadi “champion” dan dapat berbagi pengalaman terbaik, bila seluruh lini program kependudukan dan keluarga berencana memiliki kemampuan “leadership” dan “managerial” untuk menggerakan kemitraan public dan private, serta partisipasi masyarakat yang konsisten dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

 

Dinas Pengendalian Penduduk & KB

Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 2 Makassar

Sulawesi Selatan, Indonesia

Telp/Fax : 0411- 317007

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

joomla share module