Dinas Pengendalian Penduduk & KB Kota Makassar 2020

Lorong KB
Mobil Unit Pelayanan KB

cari

 

GRAFIK KESELURUHAN DAN PEMBAHASAN

 

INDIKATOR 1: Capaian Peserta KB Aktif terhadap PUS

 

Interpretasi dan rekomendasi:

 

Ø  Berdasarkan hasil rekapan F/I/DAL/13 Tingkat Kota Makassar jumlah peserta KB Aktif sampai dengan bulan April 2020 sebesar 110.905 peserta atau 65,49 % terhadap PUS Lapangan 169.347 PUS dan 96,89% terhadap PPM PA 114.460 peserta.

Ø  Bila dilihat pencapaian peserta KB Aktif per Kecamatan maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Bontoala sebesar 5.345 atau 68,72 % terhadap PUS Lapangan 7.812 PUS dan 117,32 % terhadap PPM PA 4.556 Peserta.

sedangkan yang terendah capaiannya adalah Kecamatan Rappocini dengan capaian 61,34% atau 7.778  peserta KB Aktif dari 12.681 pasangan usia subur (PUS) dan 77,18 % terhadap PPM PA 10.078 peserta.

INDIKATOR 2: Capaian Peserta Aktif  MKJP terhadap jumlah PA

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Pencapaian peserta KB Aktif MKJP Kota Makassar sampai dengan bulan  April 2020 sebesar 33.076 peserta atau 29,82% terhadap peserta KB Aktif 110.905 peserta dan 73,6% tehadap PPM PA MKJP sebesar 44.930 peserta.

 

Ø  Bila dilihat pencapaian peserta KB Aktif MKJP perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah  Kecamatan Ujung Pandang sebesar 1.012 Akseptor MKJP atau 54,91% dari 1.843 peserta KB aktif  dan yang terendah adalah Kecamatan Sangkarrang  sebesar 167 akseptor MKJP atau 11,79% terhadap 1.417 Peserta KB Aktif.

 

INDIKATOR 3 : Capaian Peserta KB Aktif Pria terhadap jumlah PA

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Pencapaian peserta KB Aktif  Pria atau partisipasi pria Kota Makassar untuk menjadi peserta KB sampai dengan bulan April 2020 sebesar 3.992 Peserta atau 3,60% terhadap peserta KB Aktif 110.905 peserta

Ø  Bila dilihat persentase pencapaian peserta KB Aktif Pria perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Mamajang sebesar 376 Akseptor Pria atau 8,81% dari 4.267 peserta KB aktif  dan yang terendah adalah Kecamatan Makassar sebesar 56 akseptor Pria atau 0,95 % terhadap 5.879  Peserta KB Aktif

 

INDIKATOR 4 : Capaian Peserta KB Baru terhadap PPM April 2020

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Pencapaian  Peserta KB Baru di Kota Makassar baru mencapai 5.732 Akseptor atau  18,70% dari target / PPM sebanyak 30.656 Akseptor, namun capaian bervariasi antar kecamatan.

Ø  Bila dilihat dari pencapaian Peserta KB Baru,  maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Ujung Pandang sebesar 433 peserta atau 99,77% terhadap PPM sebanyak 434 Akseptor  dan yang terendah adalah Kecamatan Mariso sebesar 85 atau  5,89% terhadap PPM 1.443 Akseptor.

INDIKATOR 5 : Capaian Peserta KB Baru MKJP terhadap PPM

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø Persentase Peserta KB Baru MKJP di Kota Makassar baru mencapai 30,14% (1.332 Akseptor) terhadap 4.419 PPM/Target,

Ø Persentase pencapaian peserta Baru MKJP terhadap Peserta KB Baru perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Ujung Pandang sebesar 387 Akseptor atau  640,69% terhadap 64 PPM/Target Kecamatan dan yang terendah adalah Kecamatan Sangkarrang  sebesar  1 Akseptor atau  1,72% terhadap 58  PPM/Target Kecamatan

 

INDIKATOR 6 : Capaian Peserta KB Baru Pria terhadap PPM/Target

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Persentase Peserta KB Baru Pria di Kota Makassar mencapai 10,12% (218 Akseptor) terhadap 2.154 PPM/Target,

Ø  Peserta KB Baru Kondom sebanyak 218 Akseptor dan  0 Akseptor MOP

Ø  Persentase Pencapaian peserta KB baru baru Pria  terhadap Target Peserta KB baru Pria per Kecamatan, maka kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Tamalanrea sebesar 62 Akseptor atau  40,79 % terhadap 152  PPM/Target Kecamatan dan yang terendah adalah Kecamatan Sangkarrang sebesar 0 Akseptor atau  0,00% terhadap  PPM/Target Kecamatan perkecamatan.

 

INDIKATOR 7: Capaian PUS yang tidak ber-KB dengan berbagai alasan (unmeet need)

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø Persentase Unmeet Need di Kota Makassar sebesar 10,55% (169.347 PUS) terhadap Pasangan Usia Subur (PUS) , namun besarannya bervariasi antar kecamatan.

Ø Jika dilihat Persentase Unmeet Need perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi Unmeet Need nya adalah Kecamatan Wajo sebesar 19,67% terhadap 2.460 PUS dan yang  terendah adalah Kecamatan Bontoala  sebesar 6,09% terhadap 7.812 PUS Kecamatan

 

INDIKATOR 8 :Capaian anggota Poktan yang berstatus PUS yang ber-KB dan jumlah kelompok PIK-RM

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Persentase Perkembangan BKB  di Kota Makassar mencapai 84,86% (8.854 Akseptor) terhadap 10.434 anggota BKB yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan

Ø  Persentase Perkembangan BKR  di Kota Makassar mencapai 86,77 % (6321 Akseptor) terhadap 7.285  anggota BKR yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan.

Ø  Persentase Perkembangan BKL  di Kota Makassar mencapai 82,83% (4.545 Akseptor) terhadap 5.487 anggota BKL yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan.

Ø  Persentase Perkembangan UPPKS  di Kota Makassar mencapai 83,27% (2.180 Akseptor) terhadap 2.618 anggota UPPKS yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan.

Ø  Jumlah PIK-Remaja yang telah dibentuk sebanyak 88 kelompok, dengan 75 tahap tumbuh, 8 Tahap Tegak dan 5 Tahap Tegar.

 

 

 

Dinas Pengendalian Penduduk & KB

Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 2 Makassar

Sulawesi Selatan, Indonesia

Telp/Fax : 0411- 317007

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

joomla share module