Dinas Pengendalian Penduduk & KB Kota Makassar 2020

Lorong KB
Mobil Unit Pelayanan KB

cari

GRAFIK KESELURUHAN DAN PEMBAHASAN

 

INDIKATOR 1: Capaian Peserta KB Aktif terhadap PUS

Interpretasi dan rekomendasi:

 

Ø  Berdasarkan hasil rekapan F/I/DAL/13 Tingkat Kota Makassar jumlah peserta KB Aktif sampai dengan bulan Maret 2019 sebesar 110.665 peserta atau 65,40 % terhadap PUS Lapangan 169.219 PUS dan 96,68% terhadap PPM PA 114.460 peserta.

Ø  Bila dilihat pencapaian peserta KB Aktif per Kecamatan maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Bontoala sebesar 5.339 atau 68,40 % terhadap PUS Lapangan 7.806 PUS dan 117,19 % terhadap PPM PA 4.556 Peserta.

sedangkan yang terendah capaiannya adalah Kecamatan Rappocini dengan capaian 61,18% atau 7.752  peserta KB Aktif dari 12.670 pasangan usia subur (PUS) dan 76,92 % terhadap PPM PA 10.078 peserta.

INDIKATOR 2: Capaian Peserta Aktif  MKJP terhadap jumlah PA

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Pencapaian peserta KB Aktif MKJP Kota Makassar sampai dengan bulan  Maret 2019 sebesar 32.950 peserta atau 29,77% terhadap peserta KB Aktif 110.665 peserta dan 73,3% tehadap PPM PA MKJP sebesar 44.930 peserta.

 

Ø  Bila dilihat pencapaian peserta KB Aktif MKJP perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah  Kecamatan Ujung Pandang sebesar 1.012 Akseptor MKJP atau 54,94% dari 1.842 peserta KB aktif  dan yang terendah adalah Kecamatan Sangkarrang  sebesar 167 akseptor MKJP atau 11,79% terhadap 1.416 Peserta KB Aktif.

 

INDIKATOR 3 : Capaian Peserta KB Aktif Pria terhadap jumlah PA

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Pencapaian peserta KB Aktif  Pria atau partisipasi pria Kota Makassar untuk menjadi peserta KB sampai dengan bulan Maret 2019 sebesar 3.965 Peserta atau 3,58% terhadap peserta KB Aktif 110.665 peserta

Ø  Bila dilihat persentase pencapaian peserta KB Aktif Pria perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Mamajang sebesar 376 Akseptor Pria atau 8,81% dari 4.266 peserta KB aktif  dan yang terendah adalah Kecamatan Makassar sebesar 56 akseptor Pria atau 0,96 % terhadap 5.851  Peserta KB Aktif

 

INDIKATOR 4 : Capaian Peserta KB Baru terhadap PPM Maret 2020

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Pencapaian  Peserta KB Baru di Kota Makassar baru mencapai 4.598 Akseptor atau  15,00% dari target / PPM sebanyak 30.656 Akseptor, namun capaian bervariasi antar kecamatan.

Ø  Bila dilihat dari pencapaian Peserta KB Baru,  maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Ujung Pandang sebesar 342 peserta atau 78,80% terhadap PPM sebanyak 434 Akseptor  dan yang terendah adalah Kecamatan Mariso sebesar 74 atau  5,13% terhadap PPM 1.443 Akseptor.

 

INDIKATOR 5 : Capaian Peserta KB Baru MKJP terhadap PPM

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø Persentase Peserta KB Baru MKJP di Kota Makassar baru mencapai 26,48% (1.170 Akseptor) terhadap 4.419 PPM/Target,

Ø Persentase pencapaian peserta Baru MKJP terhadap Peserta KB Baru perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Ujung Pandang sebesar 306 Akseptor atau  478,13% terhadap 64 PPM/Target Kecamatan dan yang terendah adalah Kecamatan Sangkarrang  sebesar  0 Akseptor atau  0,00% terhadap 58  PPM/Target Kecamatan

 

INDIKATOR 6 : Capaian Peserta KB Baru Pria terhadap PPM/Target

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Persentase Peserta KB Baru Pria di Kota Makassar mencapai 7,24% (156 Akseptor) terhadap 2.154 PPM/Target,

Ø  Peserta KB Baru Kondom sebanyak 156 Akseptor dan  0 Akseptor MOP

Ø  Persentase Pencapaian peserta KB baru baru Pria  terhadap Target Peserta KB baru Pria per Kecamatan, maka kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Tamalanrea sebesar 49 Akseptor atau  32,34 % terhadap 152  PPM/Target Kecamatan dan yang terendah adalah Kecamatan Sangkarrang dan Mariso sebesar 0 Akseptor atau  0,00% terhadap  PPM/Target Kecamatan perkecamatan.

 

INDIKATOR 7: Capaian PUS yang tidak ber-KB dengan berbagai alasan (unmeet need)

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø Persentase Unmeet Need di Kota Makassar sebesar 10,65% (169.219 PUS) terhadap Pasangan Usia Subur (PUS) , namun besarannya bervariasi antar kecamatan.

Ø Jika dilihat Persentase Unmeet Need perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi Unmeet Need nya adalah Kecamatan Wajo sebesar 19,68% terhadap 2.459 PUS dan yang  terendah adalah Kecamatan Bontoala  sebesar 6,10% terhadap 7.806 PUS Kecamatan

 

INDIKATOR 8 :Capaian anggota Poktan yang berstatus PUS yang ber-KB dan jumlah kelompok PIK-RM

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Persentase Perkembangan BKB  di Kota Makassar mencapai 84,23% (8.891 Akseptor) terhadap 10.556 anggota BKB yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan

Ø  Persentase Perkembangan BKR  di Kota Makassar mencapai 87,09 % (6309 Akseptor) terhadap 7.244  anggota BKR yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan.

Ø  Persentase Perkembangan BKL  di Kota Makassar mencapai 84,41% (4.640 Akseptor) terhadap 5.497 anggota BKL yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan.

Ø  Persentase Perkembangan UPPKS  di Kota Makassar mencapai 83,32% (2.188 Akseptor) terhadap 2.626 anggota UPPKS yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan.

Ø  Jumlah PIK-Remaja yang telah dibentuk sebanyak 88 kelompok, dengan 75 tahap tumbuh, 8 Tahap Tegak dan 5 Tahap Tegar.

 

 

 

Dinas Pengendalian Penduduk & KB

Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 2 Makassar

Sulawesi Selatan, Indonesia

Telp/Fax : 0411- 317007

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

joomla share module