Dinas Pengendalian Penduduk & KB Kota Makassar 2020

Lorong KB
Mobil Unit Pelayanan KB

cari

GRAFIK KESELURUHAN DAN PEMBAHASAN

 

INDIKATOR 1: Capaian Peserta KB Aktif terhadap PUS

 

Interpretasi dan rekomendasi:

 

Ø  Berdasarkan hasil rekapan F/I/DAL/13 Tingkat Kota Makassar jumlah peserta KB Aktif sampai dengan bulan Januari 2019 sebesar 109.970 peserta atau 64,89 % terhadap PUS Lapangan 169.479 PUS dan 103,47% terhadap PPM PA 106.279 peserta.

Ø  Bila dilihat pencapaian peserta KB Aktif per Kecamatan maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Mariso sebesar 6.377 atau 69,53 % terhadap PUS Lapangan 9.172 PUS dan 126,48 % terhadap PPM PA 5.042 Peserta.

sedangkan yang terendah capaiannya adalah Kecamatan Rappocini dengan capaian 60,66% atau 7.662  peserta KB Aktif dari 12.631 pasangan usia subur (PUS) dan 76,90 % terhadap PPM PA 9.964 peserta.

INDIKATOR 2: Capaian Peserta Aktif  MKJP terhadap jumlah PA

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Pencapaian peserta KB Aktif MKJP Kota Makassar sampai dengan bulan  Januari 2019 sebesar 32.294 peserta atau 29,37% terhadap peserta KB Aktif 109.970 peserta dan 98,5% tehadap PPM PA MKJP sebesar 32.781 peserta.

 

Ø  Bila dilihat pencapaian peserta KB Aktif MKJP perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah  Kecamatan Ujung Pandang sebesar 1.012 Akseptor MKJP atau 55,00% dari 1.840 peserta KB aktif  dan yang terendah adalah Kecamatan Sangkarrang  sebesar 168 akseptor MKJP atau 11,95% terhadap 1.406 Peserta KB Aktif.

 

INDIKATOR 3 : Capaian Peserta KB Aktif Pria terhadap jumlah PA

 

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Pencapaian peserta KB Aktif  Pria atau partisipasi pria Kota Makassar untuk menjadi peserta KB sampai dengan bulan Januari 2019 sebesar 3.959 Peserta atau 3,60% terhadap peserta KB Aktif 109.970 peserta

Ø  Bila dilihat persentase pencapaian peserta KB Aktif Pria perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Mamajang sebesar 376 Akseptor Pria atau 8,82% dari 4.263 peserta KB aktif  dan yang terendah adalah Kecamatan Makassar sebesar 53 akseptor Pria atau 0,92 % terhadap 5.769  Peserta KB Aktif

 

INDIKATOR 4 : Capaian Peserta KB Baru terhadap PPM Januari 2018

 

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Pencapaian  Peserta KB Baru di Kota Makassar baru mencapai 1.730 Akseptor atau  5,3% dari target / PPM sebanyak 33.081 Akseptor, namun capaian bervariasi antar kecamatan.

Ø  Bila dilihat dari pencapaian Peserta KB Baru,  maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Wajo sebesar 65 peserta atau 9,00% terhadap PPM sebanyak 722 Akseptor  dan yang terendah adalah Kecamatan Bontoala sebesar 14 atau  1,21% terhadap PPM 1.157 Akseptor.

 

INDIKATOR 5 : Capaian Peserta KB Baru MKJP terhadap PPM

 

 

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø Persentase Peserta KB Baru MKJP di Kota Makassar baru mencapai 5,52% (417 Akseptor) terhadap 7.549 PPM/Target,

Ø Persentase pencapaian peserta Baru MKJP terhadap Peserta KB Baru perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Tamalanrea sebesar 25 Akseptor atau  10,82% terhadap 231 PPM/Target Kecamatan dan yang terendah adalah Kecamatan Sangkarrang  sebesar  0 Akseptor atau  0,00% terhadap 83  PPM/Target Kecamatan

 

INDIKATOR 6 : Capaian Peserta KB Baru Pria terhadap PPM/Target

 

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Persentase Peserta KB Baru Pria di Kota Makassar mencapai 2,04% (45 Akseptor) terhadap 2.808 PPM/Target,

Ø  Peserta KB Baru Kondom sebanyak 45 Akseptor dan  0 Akseptor MOP

Ø  Persentase Pencapaian peserta KB baru baru Pria  terhadap Target Peserta KB baru Pria per Kecamatan, maka kecamatan yang tertinggi capaiannya adalah Kecamatan Ujung Pandang sebesar 1 Akseptor atau  33,33 % terhadap 3  PPM/Target Kecamatan dan yang terendah adalah Kecamatan Sangkarrang, Ujung Tanah, Bontoala, Wajo, Makassar, Mamajang dan Mariso sebesar 0 Akseptor atau  0,00% terhadap  PPM/Target Kecamatan perkecamatan.

 

INDIKATOR 7: Capaian PUS yang tidak ber-KB dengan berbagai alasan (unmeet need)

 

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø Persentase Unmeet Need di Kota Makassar sebesar 11,61% (169.479 PUS) terhadap Pasangan Usia Subur (PUS) , namun besarannya bervariasi antar kecamatan.

Ø Jika dilihat Persentase Unmeet Need perkecamatan, maka Kecamatan yang tertinggi Unmeet Need nya adalah Kecamatan Makassar sebesar 24,50% terhadap 9.351 PUS dan yang  terendah adalah Kecamatan Bontoala  sebesar 6,11% terhadap 24.000 PUS Kecamatan

 

 

INDIKATOR 8 :Capaian anggota Poktan yang berstatus PUS yang ber-KB dan jumlah kelompok PIK-RM

 

 

 

Interpretasi dan rekomendasi:

Ø  Persentase Perkembangan BKB  di Kota Makassar mencapai 84,07% (9.018 Akseptor) terhadap 10.727 anggota BKB yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan

Ø  Persentase Perkembangan BKR  di Kota Makassar mencapai 85,88 % (6.633 Akseptor) terhadap 7.724  anggota BKR yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan.

Ø  Persentase Perkembangan BKL  di Kota Makassar mencapai 84,75% (4.842 Akseptor) terhadap 6.928 anggota BKL yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan.

Ø  Persentase Perkembangan UPPKS  di Kota Makassar mencapai 83,33% (2.230 Akseptor) terhadap 2.676 anggota UPPKS yang berstatus PUS , namun capaian sangat bervariasi antar kecamatan.

Ø  Jumlah PIK-Remaja yang telah dibentuk sebanyak 88 kelompok, dengan 75 tahap tumbuh, 8 Tahap Tegak dan 5 Tahap Tegar.

 

 

 

Dinas Pengendalian Penduduk & KB

Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 2 Makassar

Sulawesi Selatan, Indonesia

Telp/Fax : 0411- 317007

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

joomla share module